
Jakarta – Keinginan menyantap keripik atau makanan asin setelah minum alkohol ternyata bukan hanya kebiasaan semata. Ada faktor biologis yang diduga membuat seseorang lebih tertarik pada makanan bercita rasa gurih setelah mengonsumsi minuman beralkohol.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Obesity Reviews menemukan bahwa konsumsi alkohol seperti bir dan wine dapat memengaruhi hormon tertentu yang berkaitan dengan preferensi makanan.
Dilansir dari Fox News (11/06/2026), peneliti dari University of Sydney menyebut alkohol kemungkinan dapat meningkatkan kadar hormon FGF21. Hormon ini diketahui berperan dalam meningkatkan ketertarikan terhadap rasa gurih atau umami, sekaligus menurunkan keinginan terhadap makanan manis.
Alkohol dapat mengubah pilihan makanan
Para peneliti menduga perubahan respons rasa tersebut menjadi alasan mengapa banyak orang lebih memilih camilan asin seperti keripik atau makanan gurih lainnya setelah minum alkohol.
Temuan ini diperoleh melalui analisis sejumlah penelitian sebelumnya, termasuk survei terhadap lebih dari 9.000 orang dewasa di Australia.
Hasil survei menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi alkohol cenderung memiliki asupan makanan gurih lebih tinggi dan mengonsumsi lebih sedikit makanan manis dibandingkan mereka yang tidak minum alkohol. Pola tersebut juga terlihat meningkat pada hari ketika seseorang mengonsumsi minuman beralkohol.
Kalori bisa meningkat tanpa disadari
Peneliti menemukan bahwa kelompok yang mengonsumsi alkohol sekaligus memiliki pola makan tinggi makanan ultra-proses, seperti keripik, makanan rendah protein, dan tinggi lemak, dapat mengonsumsi kalori hingga 40 persen lebih banyak dari kebutuhan harian yang direkomendasikan.
Jumlah tersebut belum termasuk tambahan kalori yang berasal dari alkohol itu sendiri.
Menurut peneliti, temuan ini dapat menjelaskan mengapa hubungan antara konsumsi alkohol dan kenaikan berat badan masih menghasilkan kesimpulan yang beragam dalam berbagai penelitian. Salah satu faktor yang berpengaruh kemungkinan adalah jenis makanan yang dikonsumsi bersamaan dengan alkohol.
Masih diperlukan penelitian lanjutan
Meski menemukan adanya hubungan antara alkohol dan preferensi makanan gurih, penelitian ini belum secara langsung mengukur kadar hormon FGF21 pada peserta.
Karena itu, pengaruh hormon tersebut masih menjadi dugaan berdasarkan gabungan penelitian sebelumnya dan data survei populasi.
Ahli gizi asal Ohio, Morgan Beemiller, mengatakan hasil penelitian tersebut cukup masuk akal karena alkohol memang diketahui dapat memengaruhi berbagai sistem tubuh yang berkaitan dengan nafsu makan.
Menurutnya, alkohol dapat mengubah sinyal pengatur rasa lapar, memengaruhi respons otak, serta mengubah cara seseorang merasakan makanan.
Cara mengurangi keinginan ngemil setelah minum alkohol
Untuk menghindari konsumsi camilan tidak sehat secara berlebihan, Beemiller menyarankan agar seseorang makan terlebih dahulu sebelum mengonsumsi alkohol.
Menu yang mengandung protein, karbohidrat tinggi serat, dan lemak sehat dapat membantu memperlambat penyerapan alkohol sekaligus mengurangi keinginan menyantap makanan ultra-proses.
Selain itu, siapkan alternatif camilan yang lebih sehat seperti kacang-kacangan, buah, keju, sayuran, hummus, atau telur rebus.
Menjaga asupan air putih juga penting. Beemiller menyarankan untuk menyelingi konsumsi alkohol dengan air agar tubuh tetap terhidrasi dan risiko makan berlebihan dapat dikurangi.