
Jakarta – Kemasan makanan menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan keamanan produk. Namun, tidak semua jenis kemasan aman digunakan secara terus-menerus. Beberapa bahan tertentu diketahui dapat mengandung senyawa kimia yang berpotensi berpindah ke makanan, terutama ketika terkena panas atau digunakan dalam waktu lama.
Sejumlah penelitian telah menyoroti kemungkinan paparan bahan kimia dari kemasan makanan. Meski belum ada bukti bahwa kemasan tertentu secara langsung menyebabkan kanker, beberapa zat yang terkandung di dalamnya dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan apabila tubuh terpapar secara terus-menerus dalam jangka panjang.
Dikutip dari MSN, berikut beberapa jenis kemasan makanan yang perlu diperhatikan karena berpotensi mengandung bahan kimia berbahaya.
1. Kemasan Makanan Kaleng
Makanan kaleng umumnya memiliki lapisan pelindung di bagian dalam kemasan untuk mencegah korosi dan menjaga kualitas makanan. Pada beberapa produk, lapisan tersebut dapat mengandung BPA (Bisphenol A).
BPA dikenal sebagai bahan kimia yang dapat mengganggu sistem hormon. Paparan dalam jangka panjang disebut berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan endokrin serta beberapa masalah kesehatan tertentu, termasuk risiko kanker.
2. Pembungkus Makanan Cepat Saji Tahan Minyak
Kemasan untuk burger, kentang goreng, dan makanan cepat saji lainnya sering menggunakan lapisan khusus agar minyak tidak meresap.
Lapisan tersebut dapat mengandung PFAS (per- and polyfluoroalkyl substances), yaitu kelompok bahan kimia yang sulit terurai dan dikenal sebagai forever chemicals. Beberapa penelitian menghubungkan paparan PFAS dalam jangka panjang dengan risiko kesehatan tertentu, termasuk peningkatan risiko kanker.
3. Kantong Popcorn Microwave
Popcorn yang dibuat menggunakan microwave biasanya dikemas dalam kantong khusus yang tahan panas dan minyak. Namun, lapisan pelindung pada kemasan tersebut dapat mengandung PFAS.
Ketika kantong dipanaskan dalam suhu tinggi, terdapat kemungkinan senyawa tertentu berpindah ke makanan. Uap yang keluar saat kantong dibuka juga dapat membawa residu bahan kimia dari proses pemanasan.
4. Wadah Styrofoam untuk Makanan Panas
Styrofoam atau polistirena sering digunakan sebagai wadah makanan karena ringan dan praktis. Namun, ketika digunakan untuk makanan panas, terutama yang berminyak, bahan ini berpotensi melepaskan zat kimia bernama stirena.
Stirena dikategorikan sebagai zat yang memiliki kemungkinan bersifat karsinogenik bagi manusia. Risiko perpindahan zat tersebut dapat meningkat jika wadah digunakan untuk menyimpan makanan bersuhu tinggi dalam waktu lama.
5. Botol Plastik untuk Minuman
Botol plastik yang terkena suhu tinggi dapat meningkatkan kemungkinan pelepasan bahan kimia dari plastik ke dalam minuman.
Misalnya, menyimpan botol plastik di dalam mobil yang panas atau terkena paparan sinar matahari langsung dapat mempercepat proses perpindahan zat kimia. Karena itu, botol plastik sebaiknya tidak dibiarkan berada di tempat bersuhu tinggi dalam waktu lama.
6. Kemasan Plastik Makanan Beku
Sebagian produk makanan beku menggunakan plastik yang dirancang untuk penyimpanan suhu rendah. Namun, tidak semua kemasan tersebut aman digunakan ketika makanan langsung dipanaskan.
Pemanasan dengan kemasan asli dapat meningkatkan risiko migrasi bahan kimia dari plastik ke makanan. Untuk mengurangi risiko tersebut, makanan beku sebaiknya dipindahkan terlebih dahulu ke wadah berbahan kaca atau keramik sebelum dipanaskan.
7. Kemasan Makanan Siap Saji Anti Minyak
Berbagai makanan siap santap seperti donat, pastry, dan sandwich sering dikemas menggunakan kertas atau karton yang diberi lapisan tahan minyak.
Lapisan tersebut dapat mengandung PFAS atau bahan kimia serupa yang membantu mencegah minyak meresap ke kemasan. Jika makanan seperti ini sering dikonsumsi, paparan bahan kimia dapat terjadi secara berulang.
Untuk mengurangi risiko, pilih makanan dengan kemasan yang lebih aman, hindari memanaskan makanan dalam wadah yang tidak dirancang untuk suhu tinggi, dan gunakan wadah alternatif seperti kaca atau keramik ketika memungkinkan.