
Jakarta – Menjaga pola makan menjadi salah satu bagian penting dalam mengontrol diabetes tipe 2. Sayangnya, beberapa makanan yang sering hadir dalam menu harian justru dapat berdampak kurang baik jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam jumlah berlebihan.
Diabetes tipe 2 merupakan penyakit kronis yang membuat kadar gula darah meningkat atau hiperglikemia. Kondisi ini dapat terjadi ketika tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif atau produksi insulin dari pankreas tidak mencukupi.
Jika tidak dikendalikan, diabetes tipe 2 dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit kardiovaskular dan gangguan pada ginjal.
Mengutip Very Well Health, pola makan merupakan salah satu faktor yang dapat berperan terhadap risiko diabetes tipe 2. Beberapa makanan bahkan terlihat biasa saja, tetapi dapat memiliki kandungan gula, karbohidrat, sodium, atau lemak jenuh yang perlu diperhatikan.
Berikut beberapa makanan dan minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan:
1. Nasi putih
Nasi putih merupakan makanan pokok bagi banyak orang. Namun, dibandingkan biji-bijian utuh, nasi putih memiliki kandungan serat, polifenol, vitamin, dan mineral yang lebih rendah.
Indeks glikemiknya juga tergolong tinggi sehingga dapat menyebabkan kadar gula darah meningkat lebih cepat setelah dikonsumsi. Sebagai alternatif, nasi putih dapat sesekali diganti dengan nasi merah atau nasi cokelat yang lebih kaya serat.
2. Minuman bersoda
Kesegaran minuman bersoda memang sulit ditolak, terutama saat cuaca panas. Namun, minuman yang tinggi gula dapat menjadi salah satu pilihan yang sebaiknya dibatasi.
Bukan hanya soda, minuman manis seperti minuman berenergi, jus dengan tambahan gula, dan kopi dengan berbagai pemanis juga perlu diperhatikan. Konsumsi minuman tinggi gula secara berlebihan dikaitkan dengan meningkatnya risiko diabetes tipe 2.
Untuk memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari, air putih tetap menjadi pilihan utama.
3. Daging merah dan daging olahan
Risiko dari daging merah dan daging olahan bukan hanya berkaitan dengan kandungan lemaknya. Produk tersebut juga dapat mengandung nitrit dan nitrat.
Sejumlah penelitian mengaitkan kedua senyawa tersebut dengan resistensi insulin, gangguan kadar glukosa darah, dan peningkatan stres oksidatif. Namun, sebagian besar penelitian mengenai hubungan ini masih bersifat observasional sehingga tidak dapat langsung membuktikan hubungan sebab-akibat.
4. Olahan buah
Buah utuh umumnya menjadi bagian dari pola makan sehat karena menyediakan serat, vitamin, dan mineral. Akan tetapi, bentuk olahannya bisa memiliki profil nutrisi yang berbeda.
Selai buah, buah kering, keripik buah, serta buah kalengan tertentu dapat mengandung gula dalam jumlah tinggi. Beberapa produk bahkan mendapat tambahan gula selama proses pengolahan.
Karena itu, perhatikan label nutrisi dan komposisi sebelum membeli produk olahan buah.
5. Sayuran berpati
Tidak semua sayuran memiliki kandungan karbohidrat yang sama. Kentang, jagung, labu, dan kacang polong termasuk kelompok sayuran berpati yang mengandung karbohidrat lebih tinggi.
Makanan tersebut tetap dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang, tetapi porsinya perlu diperhatikan, khususnya bagi orang yang sedang mengontrol kadar gula darah.
6. Camilan asin
Keripik kentang dan berbagai makanan ringan asin umumnya mengandung sodium dalam jumlah cukup tinggi. Konsumsi sodium berlebihan dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah.
Hipertensi dan diabetes tipe 2 juga kerap ditemukan bersamaan karena keduanya sama-sama berkaitan dengan kesehatan pembuluh darah dan sistem metabolisme.
Selain kandungan garam, beberapa camilan kemasan juga dapat mengandung lemak dan kalori cukup tinggi sehingga sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan.
7. Ikan yang digoreng
Ikan merupakan sumber protein yang baik, tetapi metode memasaknya juga penting diperhatikan. Ikan yang digoreng, terutama jika dilapisi tepung, dapat memiliki kandungan lemak dan kalori lebih tinggi dibandingkan ikan yang dipanggang atau dikukus.
Konsumsi makanan yang digoreng secara berlebihan dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes tipe 2 serta dapat berdampak kurang baik terhadap kadar glukosa dan kolesterol darah.
8. Berbagai jenis saus
Saus sering dianggap hanya sebagai pelengkap makanan. Padahal, beberapa jenis saus dapat menyumbang gula tambahan, sodium, dan lemak jenuh dalam jumlah yang cukup besar.
Saus sambal, saus tomat, mayones, saus salad, dan saus BBQ termasuk condiment yang perlu diperhatikan kandungannya. Penggunaan dalam jumlah sedikit mungkin tidak menjadi masalah, tetapi konsumsi berlebihan dapat menambah asupan gula, garam, dan lemak harian.
Pada akhirnya, bukan berarti semua makanan tersebut harus sepenuhnya dihindari. Porsi, frekuensi konsumsi, cara pengolahan, dan keseluruhan pola makan tetap menjadi faktor penting. Membatasi makanan tinggi gula, sodium, dan lemak jenuh serta memperbanyak makanan kaya serat dapat membantu membangun pola makan yang lebih seimbang.