
Jakarta – Flu dan demam sering membuat tubuh terasa tidak nyaman. Bersin, batuk, hidung tersumbat, tenggorokan sakit, pegal-pegal, hingga rasa lemas dapat membuat aktivitas sehari-hari terganggu.
Ketika sedang sakit, nafsu makan biasanya ikut menurun. Meski begitu, tubuh tetap membutuhkan cairan dan nutrisi untuk mendukung proses pemulihan. Karena itu, memilih makanan dan minuman yang tepat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Makanan memang tidak dapat menghilangkan flu secara langsung atau menjamin seseorang terbebas dari infeksi. Namun, pola makan bergizi, asupan cairan yang cukup, dan istirahat dapat membantu tubuh menghadapi infeksi dengan lebih baik.
6 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Saat Flu
Dikutip dari Food NDTV, ada sejumlah makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi ketika sedang flu atau demam.
1. Minuman Manis
Minuman buah dalam kemasan sering dianggap sebagai pilihan praktis ketika sedang sakit. Namun, sebagian produk mengandung gula tambahan dalam jumlah cukup tinggi.
Alih-alih mengandalkan minuman manis, kebutuhan cairan sebaiknya lebih banyak dipenuhi melalui air putih dan minuman bergizi dengan kandungan gula yang tidak berlebihan.
2. Makanan Berminyak dan Gorengan
Gorengan atau makanan dengan kandungan minyak tinggi dapat terasa lebih sulit dicerna ketika kondisi pencernaan sedang tidak nyaman.
OSF HealthCare menyarankan untuk menghindari makanan berminyak maupun terlalu pedas saat sakit karena keduanya berpotensi mengiritasi lambung dan membuat sistem pencernaan bekerja lebih berat.
3. Alkohol
Konsumsi alkohol sebaiknya dihindari selama tubuh sedang melawan penyakit. Hal ini menjadi semakin penting ketika demam disertai keringat berlebih, muntah, atau diare.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit, sehingga alkohol bukan pilihan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan hidrasi.
4. Kafein dalam Jumlah Berlebihan
Kopi, minuman energi, dan minuman berkafein lainnya sebaiknya tidak dikonsumsi secara berlebihan ketika sedang sakit.
Tubuh membutuhkan cairan yang cukup selama masa pemulihan, terlebih jika disertai gangguan pencernaan. Karena itu, air putih dan pilihan minuman yang membantu memenuhi kebutuhan cairan lebih dianjurkan.
5. Makanan Sangat Pedas
Makanan seperti ayam geprek atau mi dengan tingkat kepedasan tinggi mungkin menggugah selera ketika tubuh sedang sehat. Namun, makanan pedas dapat membuat kondisi semakin tidak nyaman ketika seseorang mengalami mual, sakit tenggorokan, atau gangguan pada perut.
6. Makanan dalam Porsi Besar
Nafsu makan yang menurun merupakan hal yang cukup umum ketika sedang flu atau demam. Dalam kondisi seperti ini, tidak perlu memaksakan diri menghabiskan makanan dalam porsi besar sekaligus.
Makan dengan porsi kecil tetapi lebih sering dapat menjadi pilihan yang lebih nyaman, selama kebutuhan nutrisi dan cairan tetap terpenuhi.
Apa yang Sebaiknya Dikonsumsi?
Selain mengetahui makanan yang perlu dihindari, pilihan makanan yang mudah diterima tubuh juga penting selama masa pemulihan.
Ketika mual atau perut terasa kurang nyaman, makanan dalam porsi kecil dan tekstur yang lembut dapat menjadi pilihan. Bubur kacang hijau, misalnya, dapat dikonsumsi sesuai toleransi tubuh. Agar tidak bosan, menu tersebut dapat divariasikan dengan sup, buah, atau salad ringan.
Telur juga dapat menjadi sumber protein yang baik jika nafsu makan memungkinkan. Sementara itu, yoghurt menyediakan protein sekaligus probiotik yang mendukung kesehatan pencernaan.
Buah-buahan seperti jeruk, stroberi, kiwi, melon, dan pepaya juga dapat menjadi pilihan. Selain menyediakan vitamin dan mineral, buah tersebut turut membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Jangan Lupakan Asupan Cairan
Kebutuhan cairan menjadi semakin penting ketika seseorang mengalami demam. Tubuh dapat kehilangan lebih banyak cairan melalui keringat. Jika flu atau demam disertai muntah maupun diare, kehilangan cairan dan elektrolit bisa semakin besar.
Untuk mencegah kekurangan cairan, konsumsi air putih secara rutin. Cairan juga dapat diperoleh dari sup bening, teh, air kelapa, maupun minuman elektrolit sesuai kebutuhan.
Sup ayam juga kerap menjadi pilihan ketika seseorang sedang sakit. Menurut National Institutes of Health (NIH) Amerika Serikat, sup ayam berpotensi membantu hidrasi, meredakan peradangan, serta mendukung proses produksi lendir ketika tubuh sedang mengalami infeksi.
Bagaimana dengan Vitamin C?
Kebutuhan vitamin dan mineral pendukung sistem imun sebaiknya diutamakan melalui pola makan yang beragam dan seimbang.
Mayo Clinic Health System menyarankan agar nutrisi yang mendukung imunitas diperoleh terutama dari makanan, bukan hanya mengandalkan suplemen.
Vitamin C yang dikonsumsi sebelum gejala flu muncul memang disebut berpotensi membantu memperpendek durasi sakit pada kondisi tertentu. Namun, vitamin C bukan berarti dapat menjamin seseorang tidak tertular flu.
Karena itu, daripada hanya mengandalkan suplemen, makanan sumber vitamin C seperti jeruk dan buah citrus lainnya, stroberi, kiwi, tomat, serta melon dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari.
Tetap Utamakan Pemulihan
Saat flu atau demam, tubuh membutuhkan waktu untuk pulih. Selain memperhatikan makanan yang dikonsumsi, mencukupi cairan dan mendapatkan istirahat yang cukup juga penting.
Hindari memaksakan diri makan dalam jumlah besar ketika nafsu makan sedang rendah. Yang lebih penting adalah menjaga agar tubuh tetap mendapatkan cairan serta asupan makanan bergizi secara bertahap sesuai kemampuan.