
BANYAK orang mengira kenaikan berat badan hanya terjadi karena konsumsi makanan berlebihan, padahal faktor genetik hingga pola tidur turut berperan besar dalam menentukan angka di timbangan. Jika Anda merasa sudah membatasi porsi makan namun berat badan tetap bertambah, penting untuk mengevaluasi kebiasaan sehari-hari secara menyeluruh.
Mengutip informasi dari laman Halodoc, berat badan dipengaruhi oleh keseimbangan antara kalori yang masuk dan energi yang dibakar. Berikut adalah lima faktor utama yang menyebabkan berat badan tetap naik meski porsi makan sudah dikurangi:
1. Faktor Genetik
Keturunan merupakan faktor yang tidak dapat diubah. Berdasarkan data National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), risiko obesitas meningkat jika seseorang memiliki anggota keluarga dengan kondisi serupa. Genetik memengaruhi cara tubuh menyimpan lemak dan efisiensi pembakaran kalori, meski pola hidup sehat tetap bisa membantu mengendalikannya.
2. Jenis Makanan dan Minuman
Porsi kecil tidak menjamin kalori rendah. Makanan yang tinggi gula dan lemak tetap menyumbang energi besar bagi tubuh. Selain itu, minuman manis seperti kopi kekinian, soda, dan minuman kemasan sering kali menjadi penyumbang kalori tersembunyi yang jarang disadari oleh pelaku diet.
3. Metabolisme Tubuh yang Lambat
Metabolisme adalah proses pengubahan nutrisi menjadi energi. Menurut Mayo Clinic, kecepatan proses ini dipengaruhi oleh usia, jenis kelamin, dan komposisi tubuh. Saat metabolisme melambat, tubuh membakar lebih sedikit kalori, sehingga sisa energi lebih mudah disimpan sebagai lemak cadangan.
4. Kurangnya Aktivitas Fisik
Gaya hidup sedenter atau minim gerak membuat pembakaran kalori harian menjadi tidak optimal. Kebiasaan terlalu banyak duduk juga diketahui dapat mengganggu mekanisme pengaturan rasa lapar dan kenyang dalam tubuh, yang memicu keinginan untuk terus mengonsumsi camilan.
5. Kualitas Tidur yang Buruk
Kurang tidur mengganggu keseimbangan hormon ghrelin (pemicu lapar) dan leptin (pemicu kenyang). Ketidakseimbangan ini membuat seseorang lebih mudah merasa lapar dan cenderung menginginkan makanan tinggi kalori, yang pada akhirnya memicu kenaikan berat badan secara bertahap.
Untuk menjaga berat badan ideal, mengurangi porsi makan saja tidak cukup. Diperlukan kombinasi antara pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik rutin, dan istirahat yang cukup guna menjaga metabolisme tetap optimal serta menurunkan risiko penyakit kronis seperti diabetes dan jantung.