
Jakarta – Perut yang terlihat buncit tidak selalu berkaitan dengan banyaknya makanan yang dikonsumsi. Gangguan pencernaan, kembung, hingga pola makan secara keseluruhan juga dapat memengaruhi kondisi perut. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah memasukkan makanan fermentasi ke dalam menu harian.
Beberapa makanan hasil fermentasi mengandung probiotik, yaitu mikroorganisme hidup yang dapat memberikan manfaat bagi tubuh dalam jumlah tertentu. Probiotik banyak dikaitkan dengan kesehatan saluran pencernaan dan keseimbangan mikrobiota usus.
Ketika pencernaan berjalan lebih baik, keluhan seperti kembung dan begah pada sebagian orang juga dapat berkurang. Namun, konsumsi probiotik bukan cara instan untuk menghilangkan lemak perut. Pola makan, aktivitas fisik, tidur, dan faktor lainnya tetap berperan terhadap berat badan.
Dilansir dari Cleveland Clinic, berikut beberapa makanan sumber probiotik yang bisa menjadi bagian dari pola makan sehari-hari.
1. Kefir
Kefir merupakan minuman hasil fermentasi susu yang memiliki konsistensi lebih cair dibandingkan yogurt. Minuman ini dikenal mengandung beragam mikroorganisme hasil proses fermentasi, termasuk bakteri dan ragi.
Kandungan tersebut membuat kefir sering digunakan sebagai salah satu pilihan makanan fermentasi untuk mendukung kesehatan mikrobiota usus.
Kefir dapat diminum langsung atau dicampurkan ke smoothie. Pilih produk dengan kandungan gula tambahan yang tidak terlalu tinggi.
2. Tempe
Tempe menjadi salah satu makanan fermentasi yang mudah ditemukan di Indonesia. Selain menyediakan protein nabati, tempe juga mengandung serat dan berbagai nutrisi lainnya.
Proses fermentasi kedelai menggunakan kapang membantu menghasilkan karakteristik khas tempe. Kandungan protein dan seratnya juga dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama.
Tempe dapat menjadi bagian dari menu seimbang, terutama jika dimasak dengan cara yang tidak menambahkan terlalu banyak minyak atau garam.
3. Yogurt
Yogurt dibuat melalui fermentasi susu menggunakan kultur bakteri tertentu. Produk ini menjadi salah satu sumber probiotik yang paling mudah ditemukan.
Untuk mendapatkan manfaat dari kultur hidup, periksa label produk dan pilih yogurt yang mencantumkan adanya “live and active cultures”.
Yogurt plain tanpa tambahan gula berlebihan juga dapat menjadi pilihan. Rasanya bisa dipadukan dengan buah segar, kacang-kacangan, atau biji-bijian.
4. Kimchi
Kimchi merupakan makanan fermentasi Korea yang umumnya dibuat dari sayuran seperti sawi atau kubis dan berbagai bumbu.
Proses fermentasi menghasilkan bakteri asam laktat yang dapat mendukung kesehatan saluran pencernaan. Kimchi juga menyediakan serat dari sayuran yang digunakan sebagai bahan utamanya.
Namun, kandungan sodium pada kimchi dapat cukup tinggi. Karena itu, konsumsinya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan harian.
5. Sauerkraut
Sauerkraut adalah hidangan berupa kubis yang difermentasi dan banyak dikenal dalam kuliner Eropa.
Jika dibuat melalui fermentasi alami dan tidak diproses dengan cara yang menghilangkan mikroorganisme hidup, sauerkraut dapat menjadi salah satu sumber bakteri baik.
Tambahkan dalam jumlah kecil sebagai pelengkap makanan. Perhatikan pula kandungan garam pada produk kemasan.
6. Miso
Miso merupakan pasta fermentasi yang berasal dari Jepang dan umumnya dibuat dari kedelai yang difermentasi. Bahan ini banyak digunakan untuk memberikan rasa gurih pada sup dan berbagai masakan.
Proses fermentasi menghasilkan berbagai senyawa dan mikroorganisme yang menarik untuk kesehatan pencernaan.
Miso dapat digunakan sebagai bumbu atau campuran sup. Karena biasanya memiliki rasa cukup asin, gunakan secukupnya agar asupan sodium tidak berlebihan.
7. Kombucha
Kombucha merupakan minuman yang dibuat dengan memfermentasi teh menggunakan kultur bakteri dan ragi.
Minuman ini populer karena mengandung berbagai senyawa hasil fermentasi. Namun, kandungan gula pada kombucha kemasan bisa berbeda-beda sehingga label nutrisi perlu diperhatikan.
Pilih produk dengan gula tambahan yang lebih rendah dan konsumsi dalam jumlah wajar.
Probiotik bukan satu-satunya kunci perut lebih nyaman
Menambahkan makanan fermentasi ke dalam menu dapat menjadi salah satu cara untuk mendukung kesehatan pencernaan. Namun, manfaatnya tidak berarti perut otomatis menjadi lebih ramping atau lemak perut langsung berkurang.
Jika masalah utama adalah perut sering terlihat membesar karena kembung atau begah, memperhatikan pola makan secara keseluruhan juga penting. Cukup serat, minum air, rutin bergerak, dan menghindari makanan yang memicu keluhan secara pribadi dapat membantu.
Sementara untuk mengurangi lemak tubuh, diperlukan pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang dilakukan secara konsisten. Probiotik dapat menjadi bagian dari pola hidup tersebut, bukan sebagai solusi tunggal untuk menghilangkan perut buncit.