
Jakarta – Polda Jawa Barat mengonfirmasi adanya sejumlah tato di tubuh YTR (29), korban dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dilakukan oleh Taufik Hidayat (30). Temuan tersebut kini menjadi salah satu bagian yang didalami dalam proses penyidikan.
Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Hendra Rochmawan menjelaskan bahwa tato yang terdapat di tubuh korban dibuat saat hubungan keduanya masih berlangsung. Tato tersebut meliputi gambar wajah terduga pelaku serta tulisan bertuliskan “Love Taufik” dan inisial TH.
“Ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan terkait banyaknya pertanyaan dari masyarakat. Mengenai tato, memang benar terdapat tato di tubuh korban,” ujar Hendra, Minggu (28/6/2026).
Ia menambahkan, selain tulisan bertema cinta kepada pelaku, terdapat pula gambar wajah Taufik yang tergambar pada tubuh korban.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, ditemukan tulisan ‘Love Taufik’, inisial TH, serta gambar tersangka di tubuh korban,” katanya.
Menurut Hendra, hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan adanya praktik love bombing, yakni pola manipulasi emosional yang dilakukan pelaku untuk memperoleh kepercayaan dan mengendalikan korban.
Ia menjelaskan, hubungan tersebut diduga berkembang hingga pelaku membatasi ruang gerak dan interaksi sosial korban. Kondisi itu kemudian berujung pada dugaan tindakan kekerasan fisik yang dialami YTR.
“Ini diduga menjadi bagian dari love bombing yang terjadi dalam hubungan keduanya. Namun pada akhirnya, perilaku tersangka mengarah pada pembatasan interaksi sosial hingga berujung pada kekerasan fisik terhadap korban,” jelas Hendra.
Saat ini, penyidik masih terus mendalami seluruh fakta dan keterangan yang berkaitan dengan kasus tersebut. Polisi memastikan proses penyidikan terhadap tersangka Taufik Hidayat masih berlangsung guna mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa yang terjadi.