
Jakarta – Kopi bukan hanya dikenal sebagai minuman untuk mengusir rasa kantuk. Jika dikonsumsi dengan cara yang tepat, kopi juga disebut dapat memberikan manfaat bagi kesehatan hati.
Namun, manfaat tersebut tidak hanya bergantung pada seberapa sering seseorang minum kopi. Pemilihan jenis biji, proses pengolahan, hingga metode penyeduhan juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.
Dokter spesialis hati Abby Philips dari India mengungkap bahwa kopi termasuk salah satu minuman yang memiliki bukti ilmiah cukup kuat dalam mendukung kesehatan liver.
Dikutip dari Food NDTV, berikut panduan menikmati kopi agar manfaatnya lebih optimal bagi kesehatan hati.
1. Kopi Berpotensi Menurunkan Risiko Gangguan Hati
Menurut Abby Philips, kopi memiliki sejumlah manfaat yang berkaitan dengan fungsi hati. Ia menjelaskan bahwa konsumsi kopi secara rutin telah dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa penyakit hati.
Sejumlah studi meta-analisis menunjukkan bahwa peminum kopi memiliki risiko fibrosis hati sekitar 35 persen lebih rendah. Selain itu, risiko terkena kanker hati juga disebut hampir 50 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi kopi.
Hal ini diduga berkaitan dengan kandungan senyawa aktif dalam kopi, terutama antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan.
2. Batasi Jumlah Konsumsi agar Tetap Aman
Meski memiliki manfaat, konsumsi kopi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Jumlah yang diminum menjadi salah satu faktor penting dalam mendapatkan efek positifnya.
Dokter menyarankan konsumsi sekitar 2 hingga 3 cangkir kopi per hari bagi orang yang dapat mentoleransinya dengan baik.
Takaran tersebut setara dengan asupan kafein sekitar 300 mg per hari. Ukuran satu cangkir yang dimaksud adalah sekitar 240 ml.
Mengonsumsi kopi dalam jumlah berlebihan justru dapat menimbulkan efek kurang baik, terutama bagi orang yang sensitif terhadap kafein.
3. Pilih Jenis Kopi dan Tingkat Sangrai yang Tepat
Tidak semua kopi memberikan efek yang sama. Menurut dokter, jenis biji kopi juga dapat memengaruhi kandungan nutrisinya.
Biji kopi Arabika disebut memiliki keunggulan karena mengandung lebih banyak antioksidan seperti polifenol dibandingkan beberapa jenis kopi lainnya. Senyawa tersebut berperan dalam membantu melindungi kesehatan tubuh, termasuk hati.
Selain jenis biji, proses pemanggangan atau roasting juga perlu diperhatikan. Kopi dengan tingkat sangrai medium dinilai lebih baik karena masih mempertahankan kandungan asam klorogenik (CGA) yang lebih tinggi dibandingkan dark roast.
Asam klorogenik merupakan salah satu antioksidan utama dalam kopi yang berkaitan dengan berbagai manfaat kesehatan.
4. Gunakan Metode Seduh yang Lebih Sehat
Cara membuat kopi juga dapat memengaruhi dampaknya bagi tubuh. Untuk konsumsi rutin, kopi dengan metode filter menjadi salah satu pilihan yang direkomendasikan.
Proses penyaringan menggunakan kertas filter dapat membantu mengurangi senyawa tertentu dalam kopi yang berpotensi meningkatkan kadar kolesterol.
Dokter juga menyarankan menikmati kopi hitam tanpa tambahan gula, krimer, atau bahan pemanis lain agar manfaatnya tetap maksimal.
Untuk penyeduhan, komposisi yang disarankan yaitu sekitar 15 gram bubuk kopi dengan 250 ml air. Rasio tersebut membantu menghasilkan ekstraksi kafein dan asam klorogenik yang lebih seimbang.
5. Kopi Bukan Pengganti Pola Hidup Sehat
Walaupun kopi memiliki berbagai potensi manfaat, minuman ini bukan satu-satunya faktor yang menentukan kesehatan hati.
Ahli gizi Neeraja Mehta mengingatkan bahwa kopi hanya menjadi salah satu bagian kecil dari kebiasaan hidup sehat. Asupan makanan bergizi, tidur cukup, aktivitas fisik, dan pola hidup seimbang tetap menjadi hal utama.
Dengan kata lain, minum kopi dengan cara yang tepat dapat menjadi kebiasaan positif, tetapi tetap perlu diimbangi dengan gaya hidup sehat secara keseluruhan.