
MEGABINTANG dan kapten tim nasional Portugal, Cristiano Ronaldo, belum mau terburu-buru mengambil keputusan terkait kelanjutan karier internasionalnya. Meski telah mengonfirmasi bahwa edisi di Amerika Utara ini menjadi panggung Piala Dunia terakhirnya, pemilik lima gelar Ballon d’Or tersebut menegaskan tidak akan mengambil keputusan dalam kondisi emosional.
“Ini adalah Piala Dunia terakhir saya, itu benar. Namun, saya tidak akan mengambil keputusan yang terburu-buru terkait masa depan saya di tim nasional. Saya tidak ingin menentukan apa pun di tengah situasi yang emosional,” ungkap Ronaldo pascapertandingan, Selasa (7/7).
Penyerang berjuluk CR7 itu menyatakan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah menepi sejenak dari ingar-bingar media. Ia ingin merefleksikan kembali perjalanan panjang kariernya bersama keluarga tercinta.
Kendati impian besarnya kandas secara dramatis di tangan La Roja, Ronaldo menegaskan akan tetap melangkah dengan kepala tegak. “Besok saya akan terbangun dengan cara yang sama seperti hari ini: dengan hati yang bersih karena telah memberikan 1.000% kemampuan saya,” tambahnya.
Warisan Dua Dekade
Dalam momen emosional pascalaga tersebut, Ronaldo juga menggunakan kesempatannya untuk mengingatkan publik mengenai transformasi besar yang ia bawa bagi peta sepak bola Portugal selama lebih dari dua dekade. Sebelum eranya dimulai pada awal tahun 2000-an, Selecao das Quinas kerap dipandang sebelah mata sebagai tim pelengkap yang minim prestasi, baik di level Eropa maupun dunia.
“Saya telah mengabdi selama 23 tahun untuk negara ini dan mempersembahkan tiga trofi. Perlu diingat, sebelum ada Cristiano, Portugal tidak memenangkan apa pun. Piala Eropa adalah yang paling penting. Bagi saya, (juara Euro) 2016 memiliki dimensi yang sama dengan Piala Dunia, sejujurnya,” cetus mantan pemain Real Madrid dan Manchester United tersebut.
Secara matematis, Ronaldo akan menginjak usia 43 tahun saat turnamen besar berikutnya, yakni Piala Eropa (Euro) 2028 di Inggris dan Irlandia, digelar. Apakah kekalahan di Dallas akan menjadi saksi dari tarian terakhir (the last dance) sang legenda bagi Portugal, ataukah ia masih memiliki sisa ambisi untuk satu panggung Eropa lagi? Waktu yang akan menjawab.