
Jakarta – Kulkas yang mengeluarkan aroma tidak sedap tidak selalu disebabkan oleh kurangnya kebersihan. Dalam banyak kasus, penyebab utamanya justru berasal dari beberapa jenis makanan yang memiliki aroma kuat dan disimpan dengan cara yang kurang tepat.
Sejumlah bahan pangan mengandung senyawa alami berbau tajam yang mudah menyebar ke seluruh ruang penyimpanan. Karena itu, cara menyimpan makanan menjadi faktor penting agar kulkas tetap segar sekaligus menjaga kualitas bahan makanan.
Mengutip Better Homes & Gardens (27/4), berikut lima jenis makanan yang kerap menjadi penyebab bau di dalam kulkas beserta cara penyimpanannya.
1. Bawang Merah dan Bawang Putih
Bawang merah maupun bawang putih sebaiknya tidak disimpan di dalam kulkas selama masih utuh. Lingkungan yang dingin dan lembap dapat membuat aroma sulfur pada bawang semakin kuat serta memengaruhi bahan makanan lain di sekitarnya.
Selain itu, penyimpanan di kulkas dapat mempercepat perubahan tekstur menjadi lebih lembek. Sebaiknya simpan bawang di tempat yang sejuk, kering, dan memiliki sirkulasi udara baik menggunakan kantong kertas atau wadah berjaring. Jika sudah dipotong, pindahkan ke wadah kedap udara atau simpan dalam freezer.
2. Sisa Makanan
Makanan sisa yang terlalu lama dibiarkan di dalam kulkas juga menjadi sumber bau yang umum. Aroma dari bumbu, daging, bawang, minyak, hingga keju dapat menyebar apabila makanan hanya disimpan dalam kemasan plastik atau styrofoam dari restoran.
Untuk mencegah hal tersebut, pindahkan makanan ke wadah kedap udara sebelum dimasukkan ke kulkas. Sebaiknya konsumsi dalam waktu dua hingga tiga hari agar kualitas dan keamanannya tetap terjaga.
3. Sayuran Kelompok Cruciferous
Brokoli, kembang kol, serta kubis brussel termasuk kelompok sayuran cruciferous yang dikenal memiliki aroma khas. Setelah dipotong atau dimasak, sayuran ini melepaskan senyawa sulfur yang dapat menghasilkan bau menyerupai telur busuk.
Agar aromanya tidak memenuhi kulkas, simpan sayuran mentah di kantong yang memiliki ventilasi udara. Untuk sayuran yang telah dimasak, biarkan dingin terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke wadah tertutup rapat.
4. Telur Rebus
Telur rebus memang praktis dijadikan stok makanan, tetapi juga dapat menjadi penyebab bau jika penyimpanannya kurang tepat. Aroma sulfur akan semakin mudah tercium terutama ketika kulit telur sudah dilepas.
Karena itu, sebaiknya simpan telur rebus dalam kondisi masih berkulit hingga akan dikonsumsi. Bila kulitnya sudah dikupas, bilas menggunakan air dingin, simpan dalam wadah kedap udara, lalu habiskan dalam waktu sekitar enam hingga tujuh hari.
5. Keju Lunak dan Keju Matang
Keju lunak maupun keju yang melalui proses pematangan memiliki aroma yang lebih kuat dibandingkan jenis keju lainnya. Proses fermentasi menghasilkan bakteri dan jamur yang menciptakan bau khas, bahkan pada beberapa jenis dapat berkembang menjadi aroma amonia apabila disimpan terlalu lama.
Untuk mengurangi penyebaran baunya, bungkus keju menggunakan kertas roti atau kertas lilin sebelum dimasukkan ke wadah kedap udara. Penyimpanan di laci khusus keju juga dapat membantu menjaga aroma tetap terkendali.
Dengan menerapkan cara penyimpanan yang tepat, bau menyengat di dalam kulkas dapat diminimalkan. Selain menjaga kesegaran ruang penyimpanan, langkah ini juga membantu mempertahankan kualitas makanan agar tetap layak dikonsumsi lebih lama.